Natuna(MR)- Ketua KNPI Natuna Hariadi, bersama Ketua PP Natuna Fadillah, melakukan konferensi Pers di Ranai Sequer jalan Sukarno Hatta Ranai Natuna 21/02/2020..
Kegiatan tersebut guna memperjelas kisruh yang terjadi di tengah masyarakat.
Menurut Hariadi, kejadian awal KNPI, PP, Stai Natuna, IKKB, Organisasi kemasyarakatan lainnya, merupakan orang yang terlibat dalam penolakan Observasi WNI dari Wuhan.
Namun kita harus berlapang dada, dan menerima keputusan dari pemerintah pusat, untuk penempatan 238 WNI .
Diketahui, semua elemen masyarakat turun kejalan, untuk menyampaikan aspirasi di DPRD Natuna tanpa ada yang mengakomodir.
Dari hasil unjuk rasa itu, kami dipercaya masyarakat, bersama Bupati untuk menemui Presiden guna mendapat kejelasan, terkait Natuna di jadikan daerah observasi.
Alhamdulilah, kegiatan observasi sudah selesai, dan 238 WNI telah dikembalikan. Namun timbul masalah, saat BNPB melakukan syukuran dan apresiasi . Karena ada oknum mengatas namakan masyarakat membuat syukuran bersama BNPB.
Pertanyaannya masyarakat yang mana.
Terus terang, kami hadir, disana guna menyampaikan 9 aspirasi masyarakat, untuk diserahkan kepada Presiden lewat Menteri PMK, bersama sama.
“Setelah itu kami pulang, karena acara tersebut bukan merupakan acara masyarakat” ucap Hariadi.
Celakanya saya dapat info bahwa acara itu atas nama masyarakat, sehingga kami dibuli warga net.
Kegiatan semakin membingungkan sebab saat acara tidak ada sambutan ketua pelaksana. Kami juga mempertanyakan dana kegiatan dari mana.Secara logika, acara seperti itu pasti butuh anggaran.
Hal tersebut sudah saya pertanyakan dengan sekda Natuna, Bupati hanya dapat undangan. Bahkan Kabag protokoler tidak tau.
Saya hanya berharap agar suasana kondusif dan elemen masyarakat tidak terkotak-kotak, minta klarifikasi dari pembuat acara.
Saya tidak mau oknum tersebut, membuat pecah masyarakat Natuna. Majunya Natuna berada ditangan kita.Kami tidak ingin ada dinding pemisah diantara kita semua.
Hal sama juga dikatakan Ketua PP Natuna Fadillah, dirinya di hubungi oleh Cerman wartawan Antara, akan melakukan syukuran dilakukan BNPB, namun harus pakai EO. Karena tidak ada di Natuna, maka Agung Elisa Hermawan(Ivan) mengkondisikan EO.
Melihat momen itu, kami mengambil kesempatan, guna menyampaikan,9 aspirasi masyarakat. Namun Poin itu bertambah jadi 12, tanpa sepengetahuan kita.
Setelah di cek ternyata saudara Ivan yang mengotak Atik poin itu. Lalu kami ambil sikap, 9 poin itu merupakan hasil musyawarah dengan masyarakat, bukan kehendak pribadi Ivan.
Ketika malam kegiatan, saya minta surat itu kepada saudara Cerman, Dia bilang ada sama Ivan. Namun yang bersangkutan belum tampak.
Karena curiga, lalu menghubungi masyarakat akan maju ke depan. Ternyata mereka sudah diberikan Ivan, kertas, guna dibacakan poin per- perpoin.
Surat itu saya ambil, dan menggantinya dengan 9 poin telah dibahas. Ini juga jadi pertanyaan bagi kami . Apa maksud saudara Ivan melakukan hal tersebut.
Kecurigaan semakin menjadi, ketika Ketua MPO Pemuda Pancasila, Wan Harris Munandar menanyakan kepada saudara Ivan, terkait acara itu, Dia mengaku acara tersebut dibiayai oleh LSM Saudara Agung Elisa Hermawan(Ivan).ucap Fadillah. Lalu timbul pertanyaan, benarkah demikian?.
Konferensi pers hari ini, agar masyarakat tau bahwa kami, tidak terlibat dalam kegiatan itu, karena ada “pembohongan”publik disini, memgatas namakan masyarakat.
Jika terbukti ada indikasi menjual masyarakat untuk mendapatkan sesuatu, bisa jadi akan dibawa kejalur hukum. Oleh karena itu Ketua PP menunggu kehadiran saudara Ivan sampai jam 15.00 wib, untuk bisa hadir meminta klarifikasinya. Jika sampai batas waktu sudah ditentukan tidak hadir, maka persoalan ini akan kami bawa kejalur hukum.” PP bersam KNPI akan melaporkan hal ini” tegas Fadillah.
Kami tidak ingin menunggu lama, karena besok oknum tersebut sudah berangkat, tambahnya. Meski Ivan meminta melakukan klarifikasi dengan cara menyurati, namun Ketua PP meminta kehadirannya langsung melalui surat terbuka. “Kami sudah capek dibuli di medsos”.
Sekretaris RT/RW Kepri untuk kecamatan Bunguran Timur, Wan Hariansyah mempertanyakan kegiatan itu.Dikatakannya dari segi undangan sudah terlihat ada kejanggalan, tidak ada yang mengundang, agak rancu, makanya tidak hadir dan menyuruh beberapa orang RT untuk memantau.
Jika benar pemberian plakat mengatas namakan masyarakat Natuna, saya ingin tau apa isinya. Kami ingin minta kejelasan dari Ivan.
Karena saat kegiatan itu di share saya langsung bertanya kepada KNPI dan PP, masyarakat mana. Oleh karena itu kami ingin mendengar dari yang bersangkutan. Tolong di hadirkan. Biar saya bisa menjawab pertanyaan dari masyarakat, biar tidak timbul persepsi lain .
Sebab setelah ada polemik ditengah masyarakat, ada yang mau diberangkatkan ke Jakarta. Ini juga minta diklarifikasi.
Silahkan cari panggung, tapi jangan untuk kepentingan pribadi. Aroma itu sudah tercium. Ucapnya.
Sementara itu, Cerman wartawan Antara saat melakukan klarifikasi terkait acara syukuran, mengaku keterlibatannya dalam pelaksanaan, dirinya diminta untuk mengakomodir seni, budaya dan randon acara.
Saya dihubungi secara pribadi oleh staf Kepala BNPB pak Egi, untuk di tampilkan malam syukuran dan apresiasi 15 /02. Sesuai porsi sudah di jawab, dan pemberian cendramata, memang mengatas namakan masyarakat.Untuk isi saya tidak tau, karena sudah diluar tatip acara.
Ketua PWI Natuna M.Rapi merasa prihatin jika ada oknum wartawan menjual propesional wartawan untuk mendapatkan sesuatu. Sebagai wartawan senior dan merupakan putra daerah saya malu melihat sikap tidak terpuji dilakukan oknum ini. Gara gara perbuatannya, kami wartawan Natuna bekerja propesional ikut dibuli. Oleh sebab itu saya tegaskan jika ada anggota PWI yang ikut berangkat sangsi tegas akan dilakukan dengan cara pemecatan secara tidak hormat./Roy.
